SEAMEO RECFON Mengadakan Kegiatan Pusat Pemulihan Pasca Bencana di Lombok

0
101

SEAMEO RECFON sebagai organisasi pusat pangan dan gizi regional tingkat ASEAN bekerjasama dengan HIMPAUDI, Pemprov NTB, BP PAUD dan Dikmas NTB, dan Pemda Kab. Lombok Timur mengadakan program PAUD sebagai Pusat Pemulihan Pasca Bencana di Lombok. Kamis (11/10) di Kec. Sambelia Kab. Lombok Timur, dihadiri oleh Wakil Gubernur Prov. NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Dhalillah.

Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukasi gizi dan parenting kepada masyarakat melalui kegiatan PAUD. Kegiatan ini dirintis dengan melakukan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Guru PAUD untuk meningkatkan kompetensi mereka sekaligus sebagai Kader Pemulihan Pasca Bencana. Strategi ini dilakukan agar keberlanjutan program ini dapat terjamin sehingga ada manfaat yang bisa dirasakan. Termasuk dalam kegiatan ini adalah 1) Kegiatan Stimulasi PAUD dengan melakukan kegiatan pembelajaran dan pembiasaan di PAUD, 2) Progam gizi kesehatan sebagai upaya penekanan angka stunting, 3) Program parenting terkait pengasuhan positif di rumah bagi ibu hamil dan ibu yang memiliki anak di bawah 2 tahun, 4) Stimulasi bersama bagi anak di bawah 2 tahun, dan 5) Kegiatan sambung belajar PAUD dan rumah. Kegiatan khusus lainnya adalah pengembangan rekomendasi kebutuhan gizi menggunakan bahan makanan lokal dengan melatih para Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) di Puskesmas. Peluncuran (launching) dari rangkaian kegiatan ini akan dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2018 di kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Selain itu, RECFON-HIMPAUDI mendirikan beberapa bangunan PAUD sementara di kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Tujuan kegiatan ini adalah:

  1. Memberikan bantuan fisik berupa fasilitas PAUD pada daerah terdampak bencana di Lombok Timur;
  2. Mengetahui kompetensi gizi dan kesehatan pada pendidik PAUD melalui Gerakan Nasional Uji Kompetansi Gizi dan Kesehatan bagi Pendidik PAUD secara daring serentak se-Indonesia;
  3. Menyusun panduan gizi seimbang berbasis pangan lokal (PGS-PL) bagi kelompok balita, termasuk promosi pangan lokal padat gizi (abon ikan, hati, teri), melalui dapur MP-ASI;
  4. Menyusun panduan stimulasi psikososial bagi kelompok balita untuk mengoptimalkan perkembangan kognitif dan motorik balita;
  5. Memberikan Diklat Pendamping Guru Muda (PGM) terintegrasi tugas kader pemulihan pasca bencana: a) PGS-PL dan asuhan psikososial, b) Materi diklat standard PGM Kemdikbud, c) Materi pendidikan bagi keluarga yang memiliki ibu hamil dan anak usia 0 sampai 2 tahun;
  6. Memberikan pelatihan pada tenaga pelaksana gizi (TPG) Puskesmas untuk melakukan monitoring-evaluasi dari PGS-PL dan asuhan psikososial;
  7. Menyusun panduan teknis “Pemulihan Tumbuh-Kembang Balita Paska Bencana” bagi PAUD, Posyandu, dan Puskesmas.
BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR