Orientasi Teknis Pelaksanaan Labsite Pendidikan Keaksaraan

0
52

BP-PAUD dan Dikmas NTB – Pendidikan Keaksaraan adalah layanan pendidikan bagi warga masyarakat buta aksara latin agar memiliki kemampuan membaca, menulis, berhitung, berbahasa Indonesia, dan menganalisa sehingga memberikan peluang untuk aktualisasi potensi diri. Pendidikan keaksaraan terbagi menjadi dua jenjang yaitu pendidikan keaksaraan dasar dan pendidikan keaksaraan lanjutan.

Balai Pengembangan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Nusa Tenggara Barat memiliki fungsi menyelenggarakan pengembangan program PAUD dan Dikmas serta fasilitasi penyusunan dan pelaksanaan program PAUD dan Dikmas. Pelaksanaan program PAUD dan Dikmas diselenggarakan melalui labsite PAUD, labsite pendidikan kursus dan pelatihan, serta labsite pendidikan keaksaraan dan kesetaraan yang berlokasi di satuan pendidikan atau di masyarakat.

Dra. Dani Soraya menyampaikan materi pada orientasi teknis labsite pendidikan keaksaraan kepada tutor dan pengelola di PKBM Al jafar
Dra. Dani Soraya menyampaikan materi pada orientasi teknis labsite pendidikan keaksaraan kepada tutor dan pengelola di PKBM Al jafar

Labsite dapat berfungsi sebagai labsite penerapan program atau labsite ujicoba pengembangan program. Labsite penerapan program merupakan tempat yang digunakan untuk menerapkan program PAUD dan Dikmas yang telah dikembangkan Balai yang bertujuan untuk memperoleh kepraktisan dan kelayakan program. Sedangkan labsite ujicoba pengembangan program merupakan tempat yang digunakan untuk melaksanakan pengembangan program di tahun berjalan yang bertujuan untuk memperoleh hasil yang signifikan terhadap program yang dikembangkan.

Labsite pendidikan keaksaraan diselenggarakan dalam rangka memberikan pelayanan kepada warga masyarakat pasca pendidikan keaksaraan dasar agar tidak menjadi penduduk buta aksara kembali melalui program pendidikan multikeaksaraan. Pendidikan Multikeaksaraan merupakan pendidikan keaksaraan yang menekankan peningkatan keragaman keberaksaraan dalam segala aspek kehidupan. Tujuan dari pendidikan multikeaksaraan tidak sekadar mendidik masyarakat mampu membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga untuk mengembangkan kemampuan peserta didik agar mampu mengatasi persoalan yang terjadi dalam kehidupannya.

Pada tahun 2018 ini, labsite pendidikan keaksaraan diselenggarakan sebagai labsite penerapan program dan labsite ujicoba pengembangan program. Proses penyelenggaraan labsite bekerjasama dengan SPNF SKB Lombok Tengah dan PKBM Al Jafar.

Irham Yudha Permana, S.Pd menyampaikan materi pada orientasi teknis labsite pendidikan keaksaraan kepada tutor dan pengelola di SPNF SKB Lombok Tengah
Irham Yudha Permana, S.Pd menyampaikan materi pada orientasi teknis labsite pendidikan keaksaraan kepada tutor dan pengelola di SPNF SKB Lombok Tengah

Tahap pelaksanaan pada penyelenggaraan labsite terbagi dalam 3 tahap. Tahap pertama orientasi penyelenggaraan labsite, tahap kedua penyelenggaraan labsite dan tahap ketiga evaluasi penyelenggaraan labsite. Pada tahap orientasi penyelenggaraan labsite merupakan kegiatan orientasi teknis dari tim pengembang program keaksaraan kepada calon pengelola dan tutor labsite. Maksud dan tujuan dilakukan orientasi agar pengelola program memahami secara teknis penyelenggaraan program yang akan diterapkan pada labsite.

Orientasi teknis pelaksanaan labsite pendidikan keaksaraan dilaksanakan oleh Irham Yudha Permana dan Dani Soraya pada tanggal 3 s.d 4 Oktober 2018. Lokasi orientasi teknis labsite penerapan program di PKBM Al Jafar yang akan menerapkan model Pendidikan Multikeaksaraan Dengan Literasi TIK (Menggunakan Ponsel). Sasaran orientasi teknis adalah tutor dan pengelola PKBM. Materi orientasi teknis antara lain Permendikbud Nomor 42 Tahun 2015 tentang Pendidikan Keaksaraan Lanjutan, Model Pendidikan Multikeaksaraan Literasi TIK (Menggunakan Ponsel), Kurikulum Pendidikan Multikeaksaraan Literasi TIK (Menggunakan Ponsel), Metode dan Strategi Pembelajaran, Penilaian Akhir dan Sertifikasi Pendidikan Multikeaksaraan.

Sedangkan lokasi orientasi teknis labsite penerapan program di SPNF SKB Lombok Tengah dan PKBM Al Jafar yang akan menerapkan model Penumbuhan Minat Baca Peserta Didik Pendidikan Multikeaksaraan Melalui Cerita Rakyat Suku Sasak. Sasaran orientasi teknis adalah tutor dan pengelola SKB dan PKBM. Materi orientasi teknis antara lain Permendikbud Nomor 42 Tahun 2015 tentang Pendidikan Keaksaraan Lanjutan, Model Penumbuhan Minat Baca Peserta Didik Pendidikan Multi Keaksaraan Melalui Cerita Rakyat Suku Sasak, Kurikulum Penumbuhan Minat Baca Peserta Didik Pendidikan Multi Keaksaraan Melalui Cerita Rakyat Suku Sasak, Metode dan Strategi Pembelajaran, Penilaian Akhir dan Sertifikasi Pendidikan Multikeaksaraan.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR