BP PAUD dan Dikmas NTB- Penyebaran pandemi covid 19  telah memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga Pendidikan di Indonesia. Untuk mengantisipasi penularan virus tersebut pemerintah mengeluarkan berbagai macam kebijakan seperti sosial distancing, physical distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kondisi ini mengharuskan masyarakat untuk tetap di rumah, belajar, bekerja serta melakukan aktifitas lain dari rumah. Akibat dari hal tersebut membuat salah satu sektor yaitu sektor Pendidikan menghentikan proses belajar mengajar tatap muka. Sebagai gantinya, proses pembelajaran dilakukan secara daring yang bisa dilakukan dari rumah.

Penyelenggaraan sistem Pendidikan juga mengalami transformasi dalam setiap berbagai kegiatan, termasuk kegiatan pembelajaran yang seluruhnya terpaksa berlangsung melalui jaringan internet yang tentunya aktifitas pembelajaran mengalami ketidaksiapan terhadap perubahan yang begitu cepat di masa pandemi covid 19 ini.

Untuk itu Ditjen PAUD Dikdas dan Dikmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama dan Tim Pembina UKS/M Provinsi/Kabupaten/Kota di NTB yang terdiri dari: Biro Kesejehteraan Rakyat, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kanwil Kemenag/Kantor Agama, Satgas Penanganan Covid-19 melakukan Rapat Koordinasi Pendampingan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas) dan Edukasi PHBS di Ballroom Hotel Santika Mataram (15/10/2021).

BP PAUD dan Dikmas NTB sebagai UPT dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sebelumnya telah melakukan proses Pendampingan Pelaksanaan PTM Terbatas dan Edukasi PHBS di Satuan Pendidikan PAUD dan Dikmas melalui program Advokasi dan Sosialisasi.

Dalam rakor tersebut Kepala BP PAUD dan Dikmas NTB Drs. Suka, M.Pd dimintai keterangan oleh Tim Publikasi dari Kemendikbudrisek mengenai progress Pelaksanaan PTM Terbatas dan Edukasi PHBS yang ada di Nusa Tenggara Barat. “Alhamdulilah di Nusa Tenggara Barat dukungan Gubernur, Walikota dan Bupati sangat luar biasa dan mengapresiasi kerja keras dari Kepala Daerah. PTM Terbatas dan Edukasi PHBS di NTB berjalan dengan lancar dengan hampir semua Satuan Pendidikan sudah melaksanakan PTM Terbatas. Perlu dicatat juga bahwa tingkat vaksinasi di NTB cukup tinggi”, ujar beliau.