BP PAUD dan Dikmas NTBMendikbudristek, Nadiem Makarim Anwar melakukan serangkaian kunjungan kerja guna memastikan program dan kebijakan yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), berjalan dengan baik. Kali ini Mendikbudristek meninjau pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi di Kabupaten Lombok Tengah – Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis, (7/10/2021).

Mendikbudristek ingin melihat langsung kondisi pembelajaran selama Covid-19 untuk satuan Pendidikan Anak Usia Dini. “Kunjungan ini ingin memastikan mana program-program yang benar sudah berjalan, mana yang belum, dan dukungan apa yang dibutuhkan. Peran aktif pemerintah daerah sangat kita harapkan guna memastikan kebijakan dan dukungan pemerintah pusat sampai kepada masyarakat terutama di daerah pedesaan”, ujar Mendikbudristek di TK Negeri Pembina Pedesaan Tunas Mandiri – Lombok Tengah.

Mendikbudristek mengamati banyak tantangan yang dihadapi para pendidik, peserta didik dan orang tua dalam rangkaian kunjungan kerjanya. Salah satu pendidik TK Negeri Pembina Pedesaan Tunas Mandiri Asmawarni Yanti mengucapkan terima kasih atas perhatian Mendikbudristek yang telah berkunjung kesekolah ini, sambil terisak tangis terharu ”Mas Menteri saya sudah mengabdi 18 tahun di TK ini, sejak 1 Juli 2004 tapi kami masih menerima gaji/honor yang masih sangat minim, dibayarkan 6 bulan sekali dan sampai sekarang saya masih berstatus Guru Tidak Tetap (GTT). Untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) slot untuk pendidik/guru PAUD belum ada sedangkan untuk tes menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) umur saya sudah lewat yaitu 45 tahun. Mohon kebijakannya agar kami para pendidik/guru TK/PAUD lebih diperhatikan”, ujarnya.

Pada kesempatan ini Mendikbudristek menuturkan bahwa “ini merupakan satu episode yang cukup menyedihkan, emosional”. Nadiem mengaku sangat terkejut para guru tersebut hanya mendapatkan gaji/honor yang sangat minim sekali. “Itu menyakitkan hati saya sekali, kok bisa itu sampai terjadi”, Ujar Nadiem.

Selaku pemegang kebijakan, Mendikbudristek Nadiem akan berupaya mencarikan solusi terbaik bagi mereka.

Menurutnya, solusi satu-satunya untuk saat ini adalah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K). “Jalur satu-satunya P3K, ini satu-satunya jalur terbaik”, tegasnya.

Karena itu, Mendikbudristek Nadiem menginstruksikan kepada semua Kepala Daerah dan Kepala Dinas Pendidikan  mengisi formasi supaya GTT di TK/PAUD terakomodir. “Jadi pendidik/guru TK/PAUD yang masih menjadi GTT tolong masukkan sebagai formasi P3K, ini untuk memberikan mereka kesempatan”, ujarnya di hadapan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd.

Dengan mengikutkan mereka dalam seleksi P3K, pemerintah bisa melihat sejauh mana tingkat kelulusan mereka dalam mengikuti tes. “Paling tidak mereka diberikan kesempatan, jadi P3K adalah solusi terbaik”, tegasnya. Solusi kedua, penambahan honor pendidik/guru TK/PAUD bisa diambil dari BOP PAUD. Dana ini sama dengan dana BOS, tahun lalu, karena pandemi Covid-19 langsung ditransfer di daerah. “Kepala Sekolah Merdeka untuk menggunakannya, salah satunya untuk menambah biaya pendidik/guru yang masih GTT”, ungkapnya.

Mendikbudristek Nadiem berharap nanti penggunaan dana BOP PAUD juga bisa sama seperti BOS. “Dana ini sama dengan BOS, uang itu akan kita berikan diskresi kepada kepala sekolah untuk membantu para pendidik/guru TK/PAUD yang masih berstatus GTT.”

Dalam kunjungan ini Mendikbudristek Nadiem Makarim didampingi oleh Gubernur Provinsi NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. , Bunda PAUD Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Direktur PAUD Dr. Muhammad Hasbi, S.Sos, M.Pd, Kepala BP PAUD dan Dikmas NTB Drs. Suka, M.Pd, Kepala LPMP NTB Mohamad Mustari, Ph.D dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Mulyawan.

Mendikbudristek mengapresiasi kerja keras Gubernur dan Bupati di NTB. “Ini satu-satunya daerah yang pernah saya kunjungi yang semua anak-anaknya melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, dan ini telah berjalan cukup lama. Saya memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur dan jajarannya juga Kepala daerah karena daerahnya telah mencapai tingkat keamanan Covid-19 sehingga PTM Terbatas dapat dilaksanakan”, puji Nadiem.