BP-PAUD dan Dikmas NTB – Pamong Belajar menurut Permenpan RB nomor 15 tahun 2012 merupakan seorang pendidik yang memiliki tugas pokok melaksanakan kegiatan pembelajaran, pengkajian program, dan pengembangan model di bidang pendidikan nonformal dan informal. Pamong belajar diberikan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam rangka pengembangan model dan pembuatan percontohan serta penilaian dalam rangka pengendalian mutu dan dampak pelaksanaan program pendidikan luar sekolah. Hak tersebut telah dijalankan oleh pamong belajar di NTB semaksimal mungkin dalam berkarya dan mengembangkan pendidikan di wilayah masing-masing.

Kamis, 17 Desember 2020 tiga orang pamong belajar dari provinsi NTB diundang ke Jakarta untuk menghadiri acara Apresiasi Pendidik dan Pamong Belajar Inovatif dan Inspiratif pada Masa Pandemi Tahun 2020. Mereka adalah Agus Sadid, M.Pd (Pamong Belajar SKB Kabupaten Sumbawa sekaligus Ketua Pamong Belajar NTB), Hadijah, S.Pd (Pamong Belajar SPNF SKB BOTO Kabupaten Sumbawa Barat) dan Rosi Jayadi, S.Pd (Pamong Belajar SPNF SKB Kota Mataram). Ketiga pamong ini diundang karena terpilih menjadi nominasi pada acara Apresiasi tersebut. Diantara ribuan pamong belajar se-Nusantara yang telah mengirimkan karya mereka berupa best practice, total pamong belajar yang terpilih masuk nominasi pada acara ini adalah 20 nominasi pamong belajar inovatif dan 20 nominasi pamong belajar inspiratif. Begitu juga dengan nominasi penilik inspiratif dan penilik inovatif, masing-masing berjumlah 20 orang yang telah terpilih dan kemudian diundang untuk hadir.

Seusai acara, mereka kembali ke daerah dengan membawa kabar bahagia dan membanggakan. Untuk itu, BP PAUD dan Dikmas NTB mengucapkan selamat atas apresiasi yang diberikan kepada Pamong Belajar SPNF SKB Kota Mataram Rosi Jayadi, S.Pd sebagai juara pada kategori pamong belajar inspiratif. Piagam dan hadiah diberikan langsung oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril kepada Rosi dan 4 pamong belajar inspiratif lainnya yang berasal dari berbagai Kab/Kota.

Apresiasi pamong belajar inspiratif diraih Rosi dengan best practicenya yang diberi judul “Bahagia Belajar di Masa Pandemi dengan rintisan Griya Edukasi”. Rintisan Griya Edukasi merupakan metode pembelajaran pada pendidikan kesetaraan yang Ia rencanakan kedepannya menjadi suatu produk aplikasi Griya Edukasi. Ia menuturkan bahwa selain kebutuhan akan ilmu pengetahuan para peserta didik juga perlu menghidupkan ekonomi mereka sehingga kebutuhan-kebutuhan tersebut Ia bungkus dalam suatu metode pembelajaran tersebut. “Peserta didik paket kesetaraan itu kan disamping dia membutuhkan ilmu pengetahuan, merekakan juga sudah berkeluarga, bekerja mereka perlu menghidupkan ekonominnya. Jadi pada masa pembelajaran jarak jauh, yang saya tekankan di rintisan aplikasi ini disamping konten ilmu pengetahuan, kami juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk konsultasi usaha dan memasarkan produk-produknya. Jadi dari rintisan aplikasi ini, peserta didik bisa mendapatkan materi pembelajaran sekaligus juga menjalankan usahanya.” tuturnya.

Selain penilik dan pamong belajar dari seluruh Nusantara, dalam acara ini juga dihadiri dan dihibur oleh Ully Sigar dan Paramita Rusady beserta tim dari Sekolah Musik Non Formal Vidi Vici sehingga menambah semangat seluruh hadirin.

Selamat kepada seluruh penilik dan pamong belajar yang telah terpilih sebagai nominasi dan peraih apresiasi kategori inspiratif dan inovatif. Tetap semangat mengajar dan berkarya seluruh penilik dan pamong belajar hebat NTB. Salam #semangatpagi💪💪💪