BP-PAUD dan Dikmas NTB – Pamong Belajar BPPAUD dan Dikmas NTB mengembangkan model “Pendidikan Keaksaraan Dasar Dengan Pendekatan Seni Teater Tradisional” pada tahun 2020. Model ini merupakan pengembangan pendidikan keaksaraan dasar yang menekankan peningkatan kemampuan membaca, menulis, berhitung, dan berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia melalui pengenalan cerita dan pertunjukan seni teater tradisional. Model ini disusun untuk program pendidikan keaksaraan dasar yang di dalamnya memuat seni teater tradisional yang diintegrasikan dalam proses pembelajaran baik dari segi konten tema pembelajaran maupun metode pembelajaran.

Proses pengembangan model dilaksanakan mengacu kepada Perdirjen Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Pengembangan Model PAUD dan Dikmas. Tahapan yang dilakukan pada proses pengembangan model adalah uji coba. Ujicoba dilaksanakan secara dua tahap, yakni uji coba konseptual dan uji coba operasional. Uji coba model bertujuan untuk mengukur tingkat efektifitas, kemenarikan, dan keterlaksanaan model baik dari sisi konsep maupun implementasinya.

M. Romadoni, S.Pd melakukan pendampingan pembelajaran model Pendidikan Keaksaraan Dasar Dengan Pendekatan Seni Teater Tradisional di PKBM Mandiri, Kabupaten Lombok Utara.

Tim pengembang beranggotakan M. Romadoni, S.Pd sebagai ketua tim serta Irham Yudha Permana, S.Pd  dan Fauziyah Syahrawati, M.Ed sebagai anggota. Tim pengembang menyusun naskah model, kurikulum, panduan tutor dan enam seri bahan ajar sebagai kelengkapan keseluruhan dari model yang dikembangkan.

Pelaksanaan uji coba model bertempat di PKBM Darussalam Kabupaten Lombok Barat, PKBM Mumtaz Kabupaten Lombok Timur, dan PKBM Mandiri Kabupaten Lombok Utara. Waktu pelaksanaan ujicoba model pada tanggal 27 Oktober s.d 18 November 2020. Sasaran uji coba adalah tutor, pengelola, dan peserta didik yang terlibat secara langsung selama proses uji coba model. Langkah pelaksanaan kegiatan uji coba operasional ini adalah mulai dari pre-test, pendampingan, dan post-test. Hasil uji coba operasional ditindaklanjuti dengan analisis untuk mengetahui tingkat efektifitas, tingkat kemenarikan, dan tingkat keterlaksanaan model sebelum memasuki tahapan validasi model oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus.