BP-PAUD dan Dikmas NTB – Kondisi Negara Indonesia yang saat ini tengah berupaya bangkit dari keterpurukan akibat pandemi covid-19, sehingga kondisi saat ini diistilahkan sebagai kenormalan baru. Berbagai sisi kehidupan dan pergerakan kita kembali seperti biasa tetapi dengan cara yang baru. Untuk itu, saat ini pelantikan dan pengambilan sumpah sebagai upacara yang tergolong sakral pun dapat dilakukan secara daring. Kali ini, upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) gelombang IV menggunakan dua sistem pelantikan yaitu dihadiri secara langsung (tatap muka) dan secara jarak jauh atau daring melalui telekonferensi. Seluruh pihak yang  hadir secara fisik diwajibkan mengikuti protokol kenormalan baru yang ditetapkan. Kehadiran diatur seminimal mungkin dengan menerapkan jaga jarak dan protokol kesehatan dalam menghadapi wabah covid-19.

Pejabat fungsional yang dilantik pada gelombang IV ini berjumlah 147 orang. 30 orang diantaranya hadir secara fisik dan 117 peserta pelantikan jarak jauh terdiri dari 12 provinsi di Indonesia. Peserta dari Provinsi NTB yang dilantik berjumlah 8 orang yakni 4 orang pejabat dari BP-PAUD dan Dikmas NTB dan 4 orang pejabat dari LPMP NTB. Rincian 4 orang pejabat fungsional dari BP-PAUD dan Dikmas NTB yang dilantik antara lain:

  1. Suharman, SH
  2. Mas’ud, S.Pd
  3. Hizbul Maududi, SS.
  4. Frida Nurcahyani, M.Ak.

Pelantikan ini disiarkan langsung melalui Kanal Youtube Televisi Edukasi News pada Kamis pagi (23 Juli 2020) dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud Prof. Ainun Na’im, Ph.D.. Dalam sambutannya, Ainun Nai’im menyampaikan harapannya kepada para pejabat yang dilantik agar mereka dapat bekerja dengan fungsi yang baru dengan lebih baik. “kepada saudara-saudara yang telah dilantik atau yang telah beralih jabatannya dari jabatan administrasi ke jabatan fungsional diharapkan dapat melakukan penyesuaian-penyesuaian, mengembangkan diri lebih lanjut sehingga dapat menerapkan dan menghasilkan substansi dari tujuan restrukturisasi tersebut.” pesannya.

Penyederhanaan birokrasi yang yang telah dilaksanakn oleh Kemendikbud diwujudkan dalam perubahan Jabatan Administrasi ke Jabatan Fungsional merupakan tindak lanjut atas arahan presiden terkait langkah-langkah strategis yang harus ditempuh menyangkut penataan kelembagaan dan pengalihan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional. Restrukturisasi ini ditujukan supaya birokrasi yang ada di Kemendikbud menjadi lebih baik, efisien dan efektif. Sehingga layanan pendidikan dan kebudayaan yang diberikan oleh Kemendikbud kepada masyarakat menjadi lebih baik. Langkah strategis dan restrukturisasi ini juga tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 26 Tahun 2020 dan di dalam peraturan tersebut telah dialihkan atau dihapuskan unit eselon 3 dan unit eselon 4 dialihkan menjadi jabatan fungsional.

Selamat bekerja dan berkarya untuk pejabat fungsional yang telah dilantik, khususnya pejabat fungsional BP-PAUD dan Dikmas NTB dan LPMP NTB. Semoga sukses dan dapat terus menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.