Kunjungan Pameran LSF

Stand BP PAUD dan Dikmas NTB Banyak dinikmati oleh pengunjung Pameran

BPPAUD Dikmas NTB – Melihat perkembangan dan potensi fashion muslim Indonesia, Hijabers Mom Lombok untuk pertama kalinya menyelenggarakan  Lombok Sharia Festival 2020 yang diselenggarakan pada tanggal 6 – 8 Maret 2020 di  Grand Imperial Ballroom, Kota Mataram

Lombok Sharia Festival 2020  merupakan ajang fashion yang mempertemukan para pelaku industri busana muslim Tanah Air, baik yang sudah punya nama dan brand besar, maupun dari pelaku usaha kecil dan menengah terutama yang ada di Nusa Tenggara Barat. Diharapkan melalui Lombok Sharia Festival dapat dijadikan sebagai langkah nyata untuk memajukan ekonomi dan potensi fashion muslim dari bawah agar target NTB sebagai kiblat fashion muslim nasional dapat terwujud.

Lombok Sharia Festival 2020  diarahkan sebagai muara dari perkembangan terkini industri fashion muslim Indonesia, yang meliputi segi kualitas, kuantitas, inovasi bisnis, teknologi, maupun tren.

“Lombok Sharia Festival 2020” dijadwalkan akan dihadiri oleh Semua SKPD Provinsi/Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Barat, Dekranasda Provinsi/Kabupaten/Kota Se Nusa Tenggara Barat, Designer NTB, Pengrajin Craft serta Media Lokal dan Nasional

Sementara itu, BP PAUD dan Dikmas  NTB ikut memeriahkan Lombok Sharia Festival 2020, dengan Menampilkan berbagai hasil karya lembaga mitra seperti hasil kerajinan tenun lombok yang sudah terkenal, juga berbagai tampilan pakaian daerah yang tak kalah menarik dari fashion-fashion kekinian.

Kepala BP PAUD dan Dikmas  NTB, Drs. Suka, M.Pd mengungkap bahwa keikutsertaan instansi pusat pemerintah BP PAUD dan Dikmas  NTB ini merupakan bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekosistem halal di NTB salah satunya terkait industri halal fashion yang tentunya mengangkat tema-tema kedaerahan setempat

” Lombok Sharia Festival 2020 merupakan ajang fashion yang mempertemukan pelaku industri busana muslim se-Indonesia terutama brand-brand di NTB, baik dari brand besar, maupun dari usaha kecil dan menengah, itu akan memberikan dampak keuntungan simbiosis mutualisme antara desainer, pekerja, perajin, konsumen, hingga industri mode secara keseluruhan dan yang kalah pentingnya karena instansi kami bergerak di bidang Pendidikan Masyarakat utamanya Kewirausahaan maka kita mendorong agar masyarakat di NTB dapat lebih kreatif dan memiliki jiwa kewirausahaan untuk menunjang perekonomian mereka ” ujarnya.