Dalam upaya mewujudkan peningkatan mutu pendidikan PAUD, kompetensi pendidik merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diperhatikan. Dengan kompetensi dan kualifikasi standar pendidik PAUD yang lebih baik akan dapat mendukung terwujudnya mutu pendidikan yang berkualitas. Untuk itu, BP-PAUD akan menyelenggarakan diklat berjenjang tingkat lanjut Pendidik PAUD melalui e-training. Terlebih dahulu, saat ini BP-PAUD dan Dikmas NTB memberikan orientasi teknis (ortek) petugas pelaksana lapangan / Fasda Diklat Berjenjang Tingkat Lanjut  Pendidik PAUD Melalui e-training.

Kegiatan ortek ini dilaksanakan selama 3 hari yakni pada tanggal 5 s.d 7 Februari 2020 di Wisma Disiplin BP-PAUD dan Dikmas NTB. Peserta berasal dari 10 Kabupaten/Kota di provinsi NTB dengan jumlah 30 orang calon Fasda. Ortek ini diselenggarakan mengingat Fasda adalah gardu terdepan dalam pelaksanaan diklat. Semoga kegiatan ini dapat memberi bekal terbaik bagi semua peserta demi lancarnya diklat e-training ke depannya nanti.

E-training kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain diklat berjenjang yang dilaksanakan adalah tingkat lanjut, mode belajar e-training tahun ini akan memanfaatkan teknologi dengan menggunakan teleconference pada proses diklatnya nanti. Dengan adanya teleconference ini diharapkan proses belajar menjadi lebih fleksibel dan efisien karna tidak mewajibkan semua peserta bertatap muka secara langsung berkali-kali dengan biaya transportasi yang tinggi. Tatap muka yang dilakukan dengan teleconference dapat tetap dilakukan melalui jarak jauh dan media yang dapat dijangkau. Teleconference akan dilaksanakan dengan aplikasi webex yang sebelumnya telah digunakan juga di PP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur. Pada pembukaan ortek ini, Kepala BP-PAUD dan Dikmas NTB juga telah menyampaikan “ada pendekatan yang berbeda antara tahun yang lalu yang dilakukan oleh Fasda di masing-masing kabupaten/kota ada pertemuan 8 sampai 10 kali. Nanti ini dikurangi pertemuannya, ada penambahan dari kami yaitu untuk teleconference yang sifatnya umum, tapi yang sifatnya khusus dialukan oleh Fasda Kabupaten/Kota.”