BPPAUD Dikmas NTB – Menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan teknologi  dan tantangan kehidupan masyarakat diberbagai bidang terutama dibidang ekonomi, sosial dan budaya menuntut lembaga pendidikan baik yang diselenggarakan pemerintah maupun lembaga pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menyelenggarakan pendidikan yang instan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sanggar Kegiatan Belajar disingkat SKB Lombok Timur (LOTIM) berdiri sejak 30 Desember tahun 1976 pertama kali bernama Pusat Latihan Pendidikan Masyarakat disingkat PLPM, kini sejak tanggal 4 maret 2017 berubah mejadi Satuan Pendidikan Non Formal yang dibentuk dengan Peraturan Bupati Lombok Timur nomor 15 tahun 2017 memiliki tugas dan fungsi : melakukan pembuatan percontohan dan pengendalian mutu program pendidikan non formal; menumbuhkan kemauan belajar masyarakat,; memotivasi dan membina masyarakat agar mau dan mampu menjadi tenaga pendidik; pemberian layanan informasi kegiatan pendidikan non formal; pembuatan percontohan dan pengendalian mutu program pembuatan sarana belajar muatan lokal (mulok); penediaan sarana dan fasilitas belajar; integrasi dan sinkronisasi kegiatan lintas sektoral dalam bidang PNF; pelaksanaan diklat tenaga pelaksan PNF,

Tim liputan Khairudin, SH saat mewawancara salah satu warga belajar di SKB Lotim

Sebagai pengewajantahan tugas dan fungsi setelah SKB menjadi Satuan Pendidikan Non Formal.  Kepala SKB Lombok Timur, Sugeng, SPd, MPd bertekat agar dimasa kepemimpinannya SKB Lotim dapat bangkit menghadapi persaingan dengan segala tantangannya. Pendapat Sugeng tersebut  cukup realistis walaupun kondisi SKB yang dipimpinnya dihadapkan pada keterbatasan sumberdaya manusia (SDM) Pamong Belajar hanya ada 3 (tiga) orang 1 (satu ) orang merangkap Kepala dan tenaga administrasi hanya ada 4 (Empat) orang serta terbatasnya sarana prasarana belajar yang dimiliki.

Tim liputan bulletin Suara Gajah Mada 173 dari BPPAUD dan Dikmas Propinsi NTB Khairuddin dan Mardiana pada tanggal 13 dan 14 Desember 2018 telah bertandang ke SKB Lotim di Sikur khusus untuk menemui Sugeng Kepala SKB Lotim mencari  informasi yang akurat dan lugas mengenai kebijakan program dan strategi yang dilakukan terhadap berbagai upaya agar SKB Lotim benar bangkit menjadi Satuan Pendidikan Non Formal bermutu, terpercaya dan dipercaya masyarakat.

Dari wawancara TIM liputan dengan Sugeng banyak diperoleh penjelasan tentang berbagai kiat SKB Lotim agar dapat Bangkit.  Berbagai kiat yang dilakukan sugeng dalam upayamembangun eksistensi SKB Lotim antara lain: pertama menyusun rencana perbaikan fasilitas gedung SKB yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang, Kedua melakukan revitalisasi pelaksanaan program lembaga SKB, ketiga menyelenggarakan Kursus Menjahit, keempat mempersiapkan rencana penambahan ruang kelas dan bengkel kerja pada tahun 2019 di lokasi yang luas dan refresentatif, kelima membangun komunikasi dan kerjasama berbasis kemitraan.

Proses menjahit pakaian diperagakan oleh salah satu warga belajar.

Rencana perbaikan fasilitas gedung SKB saat ini telah terakomodasi dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kemdikbud kepada pemerintah kabupaten Lombok Timur dengan jumlah anggaran yang cukup besar (milyaran rupiah). Kemudian dalam perlaksanaan revitalisasi program SKB Lombok Timur telah membangun komunikasi dan transparansi dengan berbagai elemen dinas pendidikan kabupaten lombok timur, aparat desa, masyarakat dan lembaga yang relevan. Sementara untuk pelaksanaan kerjasama berbasis kemitraan telah dilakukan penelusuran lembaga swadaya masyarakat yang relevan.

Pada tahun 2018 SKB menyelenggarakan kegiatan antara lain Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (Desa Vokasi) sasrannya sebanyak 100 orang di Kecamatan Jerowaru (Desa Jerowaru, Pemongkong dan Sriwe) dengan jenis keterampilan Pembuatan Keripik Rumput Laut, Pembuatan Dodol Rumput Laut, Pembuatan Kerupuk Rumput Laut, Pembuatan Agar – Agar Rumput Laut, pembuatan Manisan Rumput Laut dan Keterampilan Pembuatan Terasi udang. Program Multikeaksaraan sasaran berjumlah 20 orang di Desa Darmasari Kecamatan Sikur, Paket C (IPS) di SKB Lombok Timur dengan peserta didik sebanyak 21 orang. Program PAUD di SKB Lombok Timur dengan peserta didik 39 orang.

Salah seorang warga belajar menunjukkan baju hasil dari kursus menjahit di SKB Lotim.

Program Diklat berjenjang Tingkat Dasar Pendidik PAUD sasaran berjumlah 80 orang dibagi menjadi 2 angkatan berasal dari 20 Kecamatan wilayah kerja SKB Lombok Timur dari Guru TK/PAUD yang belum pernah mengikuti Diklat. Program terakhir Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) yaitu Tata busana/menjahit dengan sasaran sebanyak 20 orang warga belajar. Di sela –sela tim liputan melakukan wawancara dengan kepala SKB, berkesempatan meninjau langsung pelaksanaan kursus menjahit yang telah berlangsung selama 2 (dua) minggu. Dari pengamatan Tim diperoleh gambaran bahwa SKB Lotim telah menyelenggarakan kursus menjahit secara gratis. Seluruh biaya penyelenggraan kursus ditanggung sepenuhnya oleh SKB. Kursus menjahit yang diikuti oleh 20 orang tersebut sangat membantu warga masyarakat dari berbagai desa di kabupaten lombok timur. kursus menjahit yang di mulai awal Desember 2018 telah berjalan dengan baik sesuai dengan rencana.

Menurut Setyorini pamong belajar SKB Lotim yang ditugaskan sebagai penanggungjawab kursus menjelaskan bahwa minat masyarakat untuk mengikuti kursus sangat besar mencapai 40 orang, namun yang dapat terlayani sebanyak 20 orang sesuai dengan kuota yang diberikan dari Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas di Jakarta. Pelaksanaan kursus yang berjalan selama 2 minggu itu cukup berhasil karena peserta sudah mampu membuat pakaian (rok, celana panjang). Kata setyorini kursus menjahit ini memiliki minat yang tinggi dari masyarakat. Peserta kursus sebagian besar ibu rumahtangga yang belum memiliki pekerjaan tetap. Sebagaimana dituturkan amniah umur 23 tahun memiliki pendidikan terakhir SLTA pekerjaan ibu rumahtangga bahwa kursus menjahit yang diselenggarakan SKB Lotim telah menempa kami untuk dapat memperoleh keterampilan menjahit sehingga diharapkan dapat memberikan kepastian untuk memperoleh kehidupan yang layak. Hal yang sama dikatakan Lindawati umur 33 tahun pendidikan SLTA memiliki 1 orang anak, suami berprofesi sebagai TKI di Malaysia sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti kursus menjahit di SKB Lotim. Kedua warga belajar  tersebut sangat berharap kiranya kursus yang diikuti sangat ini dapat belanjut pada jenjang yang lebih tinggi.

Sungguh banyak kiat yang dilakukan sugeng sebagai kepala SKB dalam rangka menguwujudkan warga masyarakat yang terampil di kabupaten lombok timur, karena itu sangat wajar jika kedepan diharapkan SKB Lotim bangkit menghadapi persaingan yang cukup menantang. Selamat berinovasi, SKB Lotim semakin dipercaya dan terpercaya di masyarakat.