BPPAUD Dikmas NTB –  PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Tunas Mandiri yang berdiri pada tahun 1999, merupakan pionir di bidang pendidikan nonformal di Provinsi Nusa Tenggara Barat, berlokasi di desa bun mudrak kecamatan sukarara kabupaten Lombok Tengah, berjarak 20km dari pusat Kota Mataram bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi selama 30 menit perjalanan.

PKBM Tunas Mandiri mempunyai program-program unggulan seperti keaksaraan fungsional, kelompok belajar usaha (KBU), kursus dan pelatihan dan taman bacaan masyarakat. Keaksaraan fungsional dan program KBU menjadi favorit warga belajar dikarenakan masyarakat sekitar rata-rata memiliki keterampilan menenun.

Keseharian Ibu Minayu selain menjadi petani juga sebagai penenun kain khas lombok.

Dengan adanya PKBM Tunas Mandiri, warga belajar/masyarakat sangat terbantukan dalam hal pengembangan dan peningkatan mutu keterampilan wirausaha, begitu pula halnya pada program kesetaraan telah banyak menghasilkan lulusan terbaik, misalnya alumni paket C sekarang banyak yang sudah jadi sarjana tegas Liasih selaku Pimpinan PKBM.

Bagi lembaga PKBM sendiri manfaat yang didapatkan yaitu mempunyai banyak link atau jaringan kemitraan dengan dunia usaha dan industry yang nantinya digunakan untuk menyalurkan para warga belajar yang siap terjun di dunia kerja.

Selain menjalankan program dari pemerintah, PKBM juga membuat terobosan baru melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta membuat program secara swadaya yang bergerak di bidang penerbangan dengan nama program GSE (Ground Support Equipment), kerjasama ini sudah dilaksanakan sebanyak 16 angkatan.

Baru-baru ini tepatnya pada peringatan Hari Aksara International (HAI) di Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara, salah satu warga belajar pada program keaksaraan yaitu Ibu Minayu, menerima penghargaan keaksaraan dasar.  

Piagam penghargaan Ibu Minayu

Ibu Minayu yang telah berusia 50 tahun sehari-hari adalah seorang pembuat tenun kain sasak, saya tidak pernah merasakan bangku sekolah akibat keterbatasan biaya ujarnya, sekarang saya sudah bisa membaca dan menulis sejak menjadi warga belajar di PKBM Tunas Mandiri yang dulunya saya tidak tahu apa-apa sekarang sudah bias mengenali huruf dan angka.

Dia mengungkapkan rasa syukur dan banyak terima kasih kepada para guru di PKBM Tunas Mandiri yang sangat sabar menghadapi para warga belajar yang usianya rata-rata sudah tidak produktif lagi.

Ibu minayu mengungkapkan motivasinya untuk bisa membaca dan menulis karena tidak mau kalah juga dengan generasi anak-anak jaman now ungkapnya sambil tertawa. Selain mengikuti keaksaraan fungsional ibu minayu juga mengikuti kelompok belajar usaha untuk membuat jajan pukis dan abon ikan pindang untuk dijual dan keuntungannya untuk warga belajar itu sendiri. Manfaat yang didapatkan setelah bisa membaca dan menulis ibu minayu juga mengutarakan sekarang bisa berkomunikasi menggunakan handphone untuk menghubungi sanak saudaranya yang jauh.

Di akhir wawancara, ketua PKBM Tunas Mandiri menyatakan sangat bangga kepada Ibu Minayu yang memiliki semangat yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran yang ada di lembaga dan juga menjadi juara keaksaraan dasar membuat harum nama lembaga PKBM Tunas Mandiri.