BPPAUD Dikmas NTB – BPPAUD dan Dikmas Nusa Tenggara Barat memiliki salah satu fungsi untuk melaksanakan pengembangan program pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat. Pengembangan program dilaksanakan dengan mengembangkan model pembelajaran di bidang PAUD dan Dikmas.

Pengembangan model dikembangkan oleh pamong belajar melalui proses dan tahapan sesuai kaidah ilmiah yang tertuang dalam Perdirjen Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Pengembangan Model PAUD dan Dikmas. Hasil pengembangan model harus divalidasi dan dibakukan oleh Direktorat Teknis terkait.

Pembukaan Validasi Pengembangan Model Tahun 2018 oleh Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan

Pada tahun 2018, BPPAUD dan Dikmas Nusa Tenggara Barat mengembangkan model di bidang keaksaraan dan kesetaraan. Pengembangan model di bidang keaksaraan berjudul “Penumbuhan Minat Baca Peserta Didik Pendidikan Multikeaksaraan Melalui Cerita Rakyat Suku Sasak”. Sedangkan pengembangan model di bidang kesetaraan berjudul “Modul Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan (Paket C), Mata Ajar Pendidikan Olah Raga dan rekreasi Kelas XII”.

Tahapan validasi hasil pengembangan model dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan. Validasi bertujuan untuk menguji kelayakan dalam rangka pembakuan model yang sudah dikembangkan oleh masing-masing UPT. Kegiatan validasi dilaksanakan pada tanggal 5 s.d 8 Desember 2018 bertempat di Hotel Tara Yogyakarta.

Hasil validasi pengembangan model yang dikembangkan pamong belajar BPPAUD dan Dikmas Nusa Tenggara Barat adalah model “Penumbuhan Minat Baca Peserta Didik Pendidikan Multikeaksaraan Melalui Cerita Rakyat Suku Sasak” dan model “Modul Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan (Paket C), Mata Ajar Pendidikan Olah Raga dan rekreasi Kelas XII” divalidasi oleh Direktorat.

Hasil validasi akan ditindaklanjuti oleh tim pengembang untuk merevisi model berdasarkan catatan validator. Selanjutnya, hasil perbaikan akan dikirimkan kepada Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan untuk dibakukan. Setelah pembakuan, model dapat didiseminasi dan diimplementasi oleh satuan pendidikan secara luas.