BPPAUD Dikmas NTB –  Pengembangan model “Penumbuhan Minat Baca Peserta Didik Pendidikan Multikeaksaraan Melalui Cerita Rakyat Suku Sasak” telah memasuki tahap ujicoba operasional. Pada tahapan ini, model dilaksanakan oleh setiap rombongan belajar di satuan pendidikan yang menjadi lokasi ujicoba model.

Lokasi ujicoba model dilaksanakan di SKB Kota Mataram, SKB Lombok Barat, SKB Lombok Tengah, SKB Lombok Timur, dan PKBM Ceria.

Tim pengembang memberikan pengantar kepada tutor dan peserta didik dalam penerapan model di SKB Kota Mataram

Pelaksanaan pembelajaran terbagi dalam pembelajaran tatap muka, pembelajaran mandiri, pembelajaran tutorial, dan program literasi mandiri. Pada pembelajaran tatap muka diawali dengan membaca bebas selama 30 menit dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran mandiri dilaksanakan dengan mengunjungi pojok baca/TBM untuk membaca dan/atau meminjam buku.

Pembelajaran tutorial dilaksanakan kepada peserta didik yang belum memahami materi pembelajaran. Sedangkan literasi mandiri dilaksanakan melalui kegiatan menulis bebas, bercerita dan festival literasi.

Jam pembelajaran berjumlah 86 JP dengan 1 jam pembelajaran selama 60 menit. Selama proses pembelajaran, setiap rombongan belajar menggunakan buku bahan ajar yang sudah disusun dan disiapkan oleh tim pengembang. Bahan ajar terdiri dari naskah buku “Cerita Rakyat Putri Mandalika” dan enam buku bahan ajar yang disusun sesuai kompetensi dasar pendidikan multikeaksaraan.

Bahan ajar yang disusun berjudul “Kisah Putri Mandalika”, “Kedatangan Patih Kerajaan Sawing dan Kerajaan Lipur”, “Pengorbanan Putri Mandalika”, “Indahnya Berwisata di Lombok”, “Belajar Sains Itu Menyenangkan”, dan “Peluang Usaha di Kawasan Wisata”.