Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nya jualah, Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (BPPAUDNI) Regional V Mataram dapat menerbitkan Jurnal Aksa Sriti Volume ke enam belas, sebagaimana direncanakan. Sebagai wujud konsistensi pengelolaan jurnal maka untuk mempertahankan karakter jurnal Aksa Sriti sebagai jurnal berhaluan Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI), pengelola telah berusaha maksimal untuk memuat seluruh tulisan yang terkait dengan bidang PAUDNI dengan berbagai tema di dalamnya. Dengan berbagi informasi antar penulis, pembaca, dan pembuat kebijakan diharapkan terjadi pertukaran informasi antar penulis, pembaca, dalam mendukung kebijakan PAUDNI.

Jurnal volume ke enam belas ini diperkaya sebanyak 5 (lima) artikel yang diawali oleh artikel Dani Soraya (Pamong Belajar BPPAUDNI Regional V) dengan judul “Aksara Inovasi (Akselerasi dan Ketuntasan Belajar)” dalam pokok uraiannya menjelaskan bahwa Pendidikan keaksaraan tidak hanya diperlukan dalam menangani buta huruf, tetapi lebih dari itu sangat diharapkan dapat membantu setiap anggota masyarakat menambah pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
Selanjutnya, Mohamad Hisyam (Pamong Belajar BPPAUDNI Regional V) dengan judul “Radio Komunitas, PAUDNI, Dan Optimalisasi Peran Rakom Suara PNFI”.
Tujuan kajian ini adalah untuk memberikan kontribusi dalam menyelesaikan masalah pemberdayaan masyarakat dan pendidikan anak usia dini, non formal dan informal (PAUDNI) yang tidak bisa dinikmati oleh semua orang khususnya yang ada di daerahMataram, melalui Radio Komunitas.

Kajian Rizki Rachmadaniar (Pamong Belajar BPPAUDNI Regional V) dengan judul  “Peran Pola Asuh Orangtua Terhadap Anak Usia Dini”. Kajian ini mengedepankan orangtua perlu memahami jenis pola asuh yang baik diterapkan oleh anak agar perkembangan dan pertumbuhan anak dapat berkembang baik dan juga optimal. “Lansia Potensial, Fenomena Ageism Dan Peran Strategis Pendidikan Non Formal” kajian Ernie Isis Aisyah Amini (Pamong Belajar BPPAUDNI Regional V) yang membahas eksistensi lansia sebagai bagian penting dari kelompok masyarakat yang perlu dibina dan dilatih untuk memiliki kepercayaan diri dan keahlian, sehingga eksis sebagai lansia potensial dan lansia mandiri yang lahir dari individu dan kelompok-kelompok lansia kreatif, dari proses pembinaan yang baik dan berkelanjutan.

Dan terakhir “Membangun Kemitraan Dengan Model Win-Win Partnerships Untuk Membangun Kemandirian SKB Di Era Otonomi Daerah” tulisan Khairuddin (Kepala SKB Sumbawa) yang bertujuan memaparkan model kemitraan win win partnerships sebagai instrumen efektif meningkatkan peran SKB di masyarakat.

Semoga dengan terbitnya jurnal ini dapat memberikan inspirasi bagi pembaca dan pada gilirannya nanti diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan kita.  Akhirnya, kami sangat menantikan saran-saran yang konstruktif untuk
menyempurnakan jurnal ini. Selamat membaca.