Nama Gili Beleq berasal dari bahasa lombok atau bahasa sasak yang berarti Pulau Besar jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Gili Beleq merupakan salah satu pulau kecil yang terletak di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Propinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas wilayah sekitar 8 Ha.

Salah seorang nelayan di Dusun Gili Belek sedang membuat jaring penangkap ikan

Sebagian besar mata pencaharian utama di pulau ini adalah sebagai nelayan, dan masih menggunakan alat tangkap yang sederhana dan secara tradisional untuk kegiatan menangkap ikan, serta melakukan pengembangan Keramba Jaring Apung untuk lobster ataupun ikan kerapu.

Pamong Belajar BPPAUD dan Dikmas NTB melihat bahwa kondisi geografis yang berada di Gili Beleq tepatnya di Dusun Gili Beleq, Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur ini sangat tepat sebagai lokasi penerapan Model Pendidikan Anak Usia Dini Kepulauan yang sedang di kembangkan saat ini.

Seperti diungkap oleh Mustawil, Pamong Belajar BPPAUD dan Dikmas NTB bahwa penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ada di Gili Belek harus dirancang sesuai karakter kepulauan, mengenalkan laut sejak usia dini kepada anak-anak, mengajarkan mereka bagaimana menjaga kelestarian lautnya sampai dengan bagaimana memanfaatkan semua potensi yang ada untuk kehidupan yang lebih baik.

Antusiasme para murid melihat poster pembelajaran yang sudah di tempel dalam ruangan kelas

“Setelah kami melihat di desa lainnya yaitu di desa pulau maringkik yang sudah ada layanan PAUDnya tapi model peyelenggaraannya masih sama dengan model PAUD di daratan induk (Selong), cara belajarnya, materinya, sama, disana diajarkan kereta api padahal anak-anak tidak pernah melihat kereta api, jadi anak-anak berangan-angan seperti apa kereta api itu, sedangkan yang namanya belajar sesuai kurikulum 13 harus scientific, anak-anak belajar dari kongkrit ke abstrak, melihat langsung seperti apa kereta api itu, memegang langsung bendanya, bila perlu anak-anak diajak naik ke dalamnya.” ujarnya.

Mustawil juga menegaskan bahwa tema dan materi pembelajaran harus mengangkat hal-hal yang berhubungan dengan lingkungan bermain anak, demikian pungkasnya.(*)