BP-PAUD dan Dikmas NTB – Setidaknya, 91 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Nusa Tenggara Barat (NTB) rusak terdampak gempa Lombok, disampaikan Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Nusa Tenggara Barat (BP PAUD dan Dikmas NTB) Drs. Eko Sumardi, M.Pd.

Hal ini disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memantau dan memberikan bantuan, bagi korban dan lembaga penyelenggara pendidikan formal dan nonformal terkena dampak gempa NTB (13/8), berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Tim Pendataan BP PAUD dan Dikmas NTB.

Untuk lembaga satuan PAUD  dan Dikmas yang mengalami dampak gempa terbesar berada di Kabupaten Lombok Utara 26 rusak berat, 16 rusak sedang dan 24 rusak ringan. Lombok Barat 2 bangunan lembaga PAUD dan Dikmas rusak berat, 3 rusak sedang dan 2 rusak ringan.

Lombok Timur 5 rusak berat dan 1 rusak sedang, Lombok Tengah 2 rusak berat dan 4 rusak ringan. Sedangkan di Kota Mataram 4 rusak berat dan 2 rusak sedang. Namun disampaikan oleh Kepala BP PAUD dan Dikmas NTB data tersebut masih bisa mengalami perubahan karena ada juga lembaga yang belum masuk pendataan karena lembaga tersebut berada di daerah yang sulit dijangkau.

Eko Sumardi pun menyampaikan bahwa dari Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas selain memberikan bantuan juga melakukan terapi trauma bagi korban gempa, seperti melakukan permainan edukasi bagi para anak-anak PAUD dan pemutaran bioskop keliling di lokasi pengungsian korban bencana. Kantor BP PAUD dan Dikmas NTB menjadi lokasi dapur umum yang menyediakan konsumsi bagi para pengungsi gempa Lombok.