BP-PAUD dan Dikmas NTB – Tanggal 5 Mei 2018 secara serentak lembaga PAUD se-Indonesia termasuk KB TK Integral Yaa Bunayya melaksanakan GERNAS BAKU (GErakan NASional Orang Tua MemBAcakan BuKU).

Meski terkendala dengan ketersediaan buku akibat koleksi yang ada rusak pada saat banjir bandang akhir tahun 2016 silam yang sampai sekarang belum tergantikan karena dana yang ada masih terserap untuk renovasi fisik, dan KB TK Yang satu Atap dengan SD sedang dipakai kegiatan UN. KB TK Yaa Bunayya Kota Bima justru berinovasi merangkaikan kegiatan Gernas Baku dengan Kegiatan Pekan Out Door / Outing Class yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan Peringatan Hardiknas.

Dimulai dengan kunjungan Litersai ke Kantor Perpustakaan dan kearsipan (Jum’at, 27 April), kelas literasi (Selasa,2 Mei) hingga Puncak acara Gernas Baku ( Sabtu, 5 Mei 2018) di selenggarakan dengan konsep wisata literasi.

Orang tua sebagai salah satu pendorong minat baca bagi anak.

Wali murid dengan antusias mengikuti Acara Gernas Baku KB TK Yaa Bunayya diselenggarakan di Lokasi Super Camp (perkemahan) SD Integral Lukman Al Hakim di Ni’u.

Lokasi ini diambil selain karena di Sekolah sedang dilaksanakan kegiatan UN juga untuk refresing dan membina keakraban anggota keluarga. Pemandangan kebun yang rindang di gunung , tantangan jalan yang menanjak, pemandangan laut ketika turun menjadi literasi alam tersendiri.

Kami ingin membangun Konsep cinta buku dimanapun berada, kecanggihan multimedia dan Kesibukan orang tua membuat anak cenderung banyak berinteraksi dengan hp dan laptop. Memang sekarang banyak e-book yang gampang dibuka dengan multimedia tapi disamping mengandung dampak negatif pula menurut kami tidak bisa menggantikan fungsi buku.

Salam Literasi

Menurut Kepala KB TK Yaa Bunayya ( Sri Asmiati, S.Pd.I) Interaksi kedekatan, dialog yang terjadi dua arah tentu pengalaman yang tidak bisa dibangun dengan hanya menyodorkan HP /Lap top belum lagi evek radiasi . Buku cenderung lebih aman , apalagi membaca di alam terbuka dengan dedaunan yang rimbun dan hijau yang sangat baik untuk mata Ibu Jubaedah yang memberikan sambutan mewakili Kepala Dinas pada saat itu sangat mengapresiasi antusias anak-anak dan orang tua. “Budaya membaca memang harus dibiasakan sejak dini “ ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Pak Edy sempat memberikan Tips pada orang tua agar kegiatan membaca bisa disenangi anak diantaranya dengan diselingi permainan-permainan. Pada kesempatan tersebut pak edi juga mengajak peserta (anak-anak dan Orang tua) untuk bermain Game menebak tulisan pada buku pilihan anak (Kak Adit).

Salah satu wali murid yang ikut dalam kegiatan tersebut Ketika diminta komentarnya Apakah kegiatan semacam ini , membaca bersama keluarga perlu dilakukan ketika anak-anak mulai beranjak besar dan bisa baca sendiri? Bpk Mujiburrahman, M.Pd menjawab dengan singkat dan tersenyum“ Ya, supaya anak-anak tidak bercita-cita sebagai HP”